Pada hari Kamis, 3 April 2025, masyarakat Desa Sukagalih dan Desa Weninggalih kembali melanjutkan acara Hiburan Rakyat Ngadu Karbit atau Ngadu Kuluwung yang telah dimulai sehari sebelumnya. Dari pagi hingga sore, acara ini kembali digelar di area pesawahan Desa Sukagalih, tepatnya di Cimendo Lio RT 10, RW 05. Dengan semangat yang tak surut, warga dari berbagai kalangan berkumpul untuk menyaksikan dan turut serta dalam tradisi yang telah menjadi bagian dari budaya lokal ini.
Sejak pagi, suara letupan karbit sudah mulai terdengar, menandakan dimulainya sesi lanjutan Ngadu Kuluwung. Suasana semakin meriah dengan semakin banyaknya warga yang hadir. Antusiasme masyarakat tidak berkurang sedikit pun, bahkan semakin meningkat karena hari ini merupakan puncak acara. Sebanyak 15 Kuluwung disiapkan untuk laga terakhir ini, menambah keseruan serta persaingan sehat antarwarga dalam menampilkan letupan terbaik.
Kemeriahan bertambah dengan adanya iringan musik tradisional yang dimainkan oleh para pemuda Cimendo Lio dan Impres, serta penampilan Jaipong yang semakin menghidupkan suasana. Anak-anak berlarian dengan wajah penuh kegembiraan, sementara orang dewasa turut menikmati pertunjukan yang menggambarkan kebersamaan dan keakraban warga Sukagalih dan Weninggalih.
Menjelang siang, puncak Ngadu Kuluwung semakin mendekati klimaksnya. Beberapa peserta mulai menunjukkan kreativitas mereka dengan memainkan Kuluwung dalam berbagai teknik, membuat suara letupan yang lebih keras dan visual yang lebih memukau. Bahkan, beberapa Kuluwung sengaja dibuat lebih besar agar dapat menghasilkan efek suara dan kilatan api yang lebih spektakuler.
Saat matahari mulai condong ke barat, acara mencapai titik akhir yang paling dinanti, yaitu final dan penutupan resmi. Puncak acara ini ditandai dengan penyalaan Kuluwung terbesar yang langsung dinyalakan oleh Kapten Kuluwung "Aden". Suara dentuman keras menggema di sekitar area pesawahan, disambut dengan tepuk tangan meriah dan sorak sorai dari masyarakat yang hadir.
Sebagai penutup yang semakin membuat suasana tak terlupakan, pertunjukan kembang api dan petasan turut dinyalakan, menerangi langit sore Sukagalih dengan warna-warni yang menakjubkan. Ledakan petasan bersahutan dengan suara Kuluwung yang masih terus dimainkan, menciptakan harmoni yang indah antara tradisi dan hiburan modern.
Akhirnya, dengan penuh haru dan rasa bangga, acara Ngadu Kuluwung resmi ditutup. Kepala Desa Sukagalih menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi, baik sebagai peserta maupun penonton. Beliau juga menegaskan bahwa tradisi ini akan terus dijaga dan dilestarikan agar tetap menjadi bagian dari identitas budaya warga Sukagalih dan sekitarnya.
Berikut Galerinya:
Dengan berakhirnya acara ini, warga pun kembali ke rumah masing-masing dengan membawa kenangan indah dan semangat kebersamaan yang semakin erat. Ngadu Kuluwung tahun ini telah sukses diselenggarakan dengan meriah, dan masyarakat sudah tidak sabar menantikan perhelatan berikutnya di tahun-tahun mendatang. Terimakasih para pemuda Cimendo Lio dan Impres, terimakasih Desa Sukagalih. Kalam, Radar Sukagalih melaporkan.