(Video) Meriahnya Acara Ngadu Kuluwung Sukagalih vs Weninggalih


Pada hari Rabu, 2 April 2025, masyarakat Desa Sukagalih dan Desa Weninggalih menggelar acara Hiburan Rakyat bertajuk Ngadu Karbit atau Adu Kuluwung. Acara ini berlangsung di area pesawahan kedua desa, dengan Desa Sukagalih memilih lokasi di Cimendo Lio, RT 010, RW 005. Sebanyak 15 Kuluwung disediakan di Desa Sukagalih. Tradisi ini digelar untuk merayakan Hari Raya Idulfitri ke-1446 tahun 2025 sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga dalam suasana penuh kegembiraan.


Acara Ngadu Kuluwung ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, termasuk Kepala Desa Sukagalih, Aja Waridin, Babinsa, Babinmas, Karang Taruna Kecamatan, Perangkat desa, beserta para tamu undangan penting lainnya, tak luput juga warga Desa Sukagalih yang turun ikut memeriahkan acara. Suasana semakin meriah ketika Bapak Aja Waridin turut serta dalam menyalakan Kuluwung, yang menambah semarak acara. Suara letupan karbit yang khas menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang hadir untuk menyaksikan tradisi Ngadu Kuluwung tersebut.


Acara yang dimulai pada pukul 13.00 WIB berlangsung hingga menjelang sore, diwarnai dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang ikut serta maupun sekadar menyaksikan. Tidak hanya menjadi ajang hiburan, acara ini juga menjadi wadah untuk melestarikan tradisi yang sudah turun-temurun di wilayah Jonggol dan sekitarnya. Banyak anak-anak hingga orang dewasa ikut menikmati keseruan dari suara letupan dan kilatan api khas Ngadu Kuluwung.


Kesuksesan acara ini tidak terlepas dari peran para pemuda Sukagalih, khususnya pemuda Cimendo Lio dan Impres, yang bekerja dengan penuh keterampilan dan dedikasi luar biasa. Selain itu, dukungan dari Karang Taruna dan pemerintah Desa Sukagalih juga turut berkontribusi dalam menyukseskan acara ini.

Berikut Galerinya:

Obuy bersama Roby Atila





Kepala Desa Sukagalih, Aja Waridin







Abah Aji

Kalam (Radar Sukagalih) bersama Crew Trans 7


Sekdes Sukagalih, Heri Herdiana








Berry (Katar Kecamatan) bersama Nendi (Katar Sukagalih)







Keseruan acara ini tidak berhenti di hari pertama. Kegiatan akan kembali dilanjutkan pada esok harinya, Kamis, dengan agenda yang sama hingga siang hari. Antusiasme warga yang begitu tinggi menunjukkan bahwa tradisi ini masih sangat relevan dan dicintai oleh masyarakat. Diharapkan, Ngadu Kuluwung akan terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya lokal yang kaya akan nilai kebersamaan dan kegembiraan dalam menyambut hari besar umat Islam. Radar Sukagalih, Melaporkan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama